Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir ( bahkan sebaiknya sejak janin 6 bulan di dalam kandungan ), dilakukan setiap hari, melalui semua sistem indera ( pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan). Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi, dengan suasana bermain dan kasih sayang akan memacu berbagai aspek kecerdasan anak (multiple intelligence ) yaitu : kecerdasan : logiko-matematik, emosi, komunikasi bahasa (linguistik), kecerdasan musikal, gerak (kinestetik), visuo-spasial, senirupa, dan lain-lain.
Sel-sel otak janin dibentuk sejak 3 - 4 bulan di dalam kandungan ibu, kemudian setelah lahir sampai umur 3 - 4 tahun jumlahnya bertambah dengan cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel, sehingga membentuk rangkaian fungsi-fungsi. Kualitas dan
kompleksitas rangkaian hubungan antar sel-sel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) yang dilakukan oleh lingkungan kepada bayi-balita tersebut. Semakin bervariasi rangsangan yang diterima bayi-balita maka semakin kompleks hubungan antar sel-sel otak. Semakin sering dan teratur rangsangan yang diterima, maka semakin kuat hubungan antar sel-sel otak tersebut. Semakin kompleks dan kuat hubungan antar sel-sel otak, maka semakin tinggi dan bervariasi kecerdasan anak di kemudian hari, bila dikembangkan terus-menerus, sehingga akan mempunyai banyak variasi kecerdasan ( multiple intelligence ).
Penting selalu diingat bahwa lima tahun pertama kehidupan anak sering juga disebut sebagai "masa keemasan" (golden period) atau jendela kesempatan (window opportunity) atau masa kritis (critical perod) karena masa ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan otak yang paling cepat pada otak manusia, masa yang sangat peka bagi otak anak dalam menerima berbagai masukan dari lingkungannya. mengingat masa 5 tahun pertama merupakan masa yang relatif pendek dan tidak akan terulang lagi dalam kehidupan seorang anak maka orangtua harus memanfaatkan kesempatan inj untuk membentuk anak menjadi anak yang berkualitas tinggi melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini.
Dr. Lisa Anggraini Subrata, Sp.A


Tidak ada komentar:
Posting Komentar