Bukan...............aku bukan sedang menanti sebuah jawaban, it's just a title of a song by PADI.
Lagu ini emang dahsyat banget, saking dahsyatnya aku seperti menghindar dari lagu ini. Tidak ada yang salah dengan lagu ini, this song is awesome, great music, great lyric tapi lagu ini membawa kenangan pahit. Feels like my heart being sliced and cry.
Masih ingat saat-saat itu sekitar tahun 2005 - 2006, aku pernah dekat dengan seorang laki-laki teman satu kantor, namanya Catur. Seingatku tidak pernah terucap kata "sayang" ataupun "cinta" dari mulutnya, tapi dari tindakan dan barang-barang pemberiannya aku merasa dan teman-teman yang lain merasa yakin bahwa ada perasaan lebih diantara kita. Tapi ternyata Tuhan punya rencana yang lebih baik buat kita. Suatu ketika aku mencuri dengar kalau Catur ada rencana nonton Minggu sore, merasa tidak diajak, naluri detektifku muncul. Aku tidak tahu dimana dia akan nonton dan jam berapa dia mau nonton, yang aku tahu hanya Minggu sore. Aku ajak temenku nonton ditempat biasanya Catur dan aku nonton (untungnya dia tidak cari tempat lain). Sampai di bioskop, aku lihat sekelilingku, tidak ada seorangpun yang aku kenal, tapi aku tetap beli tiket dan tetap berharap akan bertemu dia. Sampai saatnya masuk studio aku masih belum melihatnya, agak kecewa sebenarnya tapi ya sudahlah itung-itung refreshing. Ternyata skenario Tuhan berkata lain, ketika aku keluar dari studio dan berjalan keluar dari gedung bioskop, aku melihatnya bersama seorang perempuan. Jantungku berdegup kencang sekali, aku bahkan tidak mampu untuk melihatnya. Tapi Catur yang justru menyapaku, aku tidak punya pilihan lain kecuali berhenti dan tetap tenang meski bibirku bergetar saat ngobrol dan dikenalkan dengan teman perempuannya. Aku tidak mau berlama-lama ditempat itu, rasanya tubuh, jiwa dan pikiranku tidak sinkron saat itu. Akhirnya aku pamit dan tidak lupa mengucapkan " Selamat nonton !". Remuk rasanya hatiku, aku seperti kehilangan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku temukan lagi.
Hatiku sudah bulat memutuskan, aku tidak mau berharap banyak dari dia meski di kantor aku tetap berlaku seperti biasa. Aku tidak benar-benar tahu apa sebenarnya yang ada dipikirannya, dia seperti masih ingin menjalin perasaan ini tapi di satu sisi, dia tidak mampu menolak perasaan yang ditawarkan teman perempuannya itu. Dia tidak mau kehilangan aku dan perempuan itu. Seiring berjalannya waktu, mungkin Catur sudah mulai sadar kalau aku sudah tidak memperhatikannya lagi. Aku bisa menangkap itu dari lagu-lagu yang dia putar di winamp komputernya. Lagu-lagu yang sampai sekarang amat sangat membekas perih di alam bawah sadarku. Sampai-sampai aku memilih untuk menggantinya saja dengan lagu lain. Tapi ada satu lagu yang membuat dia terdiam, karena seorang teman pernah mengatakan ini ketika Catur memutarnya, "Kamu bisa membohongi orang lain, tapi Kamu tidak bisa membohongi diri kamu sendiri ". Catur menanti sebuah jawaban dari pertanyaan yang tidak pernah dia lontarkan.
Hatiku sudah bulat memutuskan, aku tidak mau berharap banyak dari dia meski di kantor aku tetap berlaku seperti biasa. Aku tidak benar-benar tahu apa sebenarnya yang ada dipikirannya, dia seperti masih ingin menjalin perasaan ini tapi di satu sisi, dia tidak mampu menolak perasaan yang ditawarkan teman perempuannya itu. Dia tidak mau kehilangan aku dan perempuan itu. Seiring berjalannya waktu, mungkin Catur sudah mulai sadar kalau aku sudah tidak memperhatikannya lagi. Aku bisa menangkap itu dari lagu-lagu yang dia putar di winamp komputernya. Lagu-lagu yang sampai sekarang amat sangat membekas perih di alam bawah sadarku. Sampai-sampai aku memilih untuk menggantinya saja dengan lagu lain. Tapi ada satu lagu yang membuat dia terdiam, karena seorang teman pernah mengatakan ini ketika Catur memutarnya, "Kamu bisa membohongi orang lain, tapi Kamu tidak bisa membohongi diri kamu sendiri ". Catur menanti sebuah jawaban dari pertanyaan yang tidak pernah dia lontarkan.
Itulah kenapa, ketika tiba-tiba aku dengar lagu ini, aku seperti mati gaya, hanya diam tapi pikiranku seperti kembali ke saat-saat itu. Tapi sayangnya lagu ini adalah lagu favorit suamiku, ketika semalam dia mainkan lagu ini lewat ipod, aku mencoba untuk kuat, tapi ternyata aku tidak sanggup, dalam diam aku hanya bisa memeluk suamiku dan akhirnya jatuhlah airmata itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar